Skip to main content

#PEMIKIRANBEBAS_CINCIN GELANG KALUNG


CINCIN GELANG KALUNG

Kemarin muncul sebuah pertanyaan mengenai tiga buah perhiasan, di mana perhiasan tersebut memiliki artinya masing-masing, muncul anggapan bahwa ketika perhiasan ini adalah sesuatu hal yang penting terutama bagi para wanita.  dari sekian banyak jawaban kebanyakan mereka selalu berkata bahwa cincin itu adalah suatu hal yang indah dan itu arti dari sebuah cinta dan katanya cincin itu memiliki nilai emosional lebih tinggi, jika dinilai dari emosional mungkin iya karena kebanyakan saat seorang wanita menerima sebuah cincin maka ada satu nilai lain dalamnya, nilai cinta mungkin.
Tapi tahukah kalian bahwa ketiga benda tersebut memiliki artinya masing-masing? Namun hanya ada satu benda yang menunjukkan bahwa  benda itu bukan sesuatu hal yang memaksakan. Dan iya dari ketiga benda tersebut kalung adalah satu-satunya benda yang tidak menuntut. Maksudnya tidak menuntut seperti apa. Mungkin itu akan muncul di benak kita.
Jika kita mencari tahu filosofi dari ketiga benda tersebut maka dapat disimpulkan gelang dan cincin adalah benda yang menuntut. Gelang jika diberikan oleh seseorang yang mungkin menyayangimu maka seseorang yang diberi gelang tersebut akan bahagia, namun seseorang yang menerima harus bisa terbuka kepada pemberinya. Dengan kata lain saat kamu menerima sebuah gelang maka kamu diminta untuk bisa terbuka, untuk bisa jujur, untuk tidak merahasiakan apapun terhadap siapa yang memberi gelang tersebut. Pertanyaannya bagaimana jika yang diberi gelang tersebut tidak menginginkan atau tidak ingin sesuatu terungkap atau mungkin ingin sesuatu hal tetap dirahasiakan. Bukankah itu artinya Iya dipaksakan untuk terbuka untuk jujur dan untuk membongkar rahasia nya? Tentu akan menjadi beban tersendiri kepada mereka yang menerima gelang tersebut. Pikirkan baik-baik.
Berikutnya adalah cincin, seperti yang kita ketahui sudah menjadi kebiasaan saat seseorang menyatakan cinta, saat pria mau melamar seorang wanita mereka pasti akan memberikan cincin dengan alasan benda tersebut akan mengikat perasaan dua orang, antara pemberi cincin dan yang diberi cincin tersebut. Tapi ada satu yang perlu diperhatikan, bagaimana jika yang diberi cincin tersebut tidak ingin terikat? Bagaimana hubungan yang dijalin tersebut berdasarkan dari sebuah paksaan. Bukankah artinya salah satu dari dua orang ini terpaksa untuk menjalin sebuah ikatan, dan bukankah sesuatu hal yang dipaksakan itu akan berakhir tidak baik? Bukankah seperti itu? mungkin akan berbeda cerita jika keduanya memang saling mencintai, saling menyayangi, saling menyukai, dan saat seorang pria memberikan cincin kepada wanitanya tentu wanita tersebut akan bahagia, namun bagaimana mereka yang hubungannya berdasarkan keterpaksaan berdasarkan ketakutan berdasarkan ketidak inginan mereka sendiri, bukankah itu menjadi suatu ironi? Saat kita ingin menjalin sebuah ikatan namun dalam ikatan tersebut tidak adanya sifat saling percaya, tidak ada keinginan untuk bersama dan terikat, dan tidak ada rasa saling mencintai.
Lantas Bagaimana dengan kalung? Kalung adalah satu-satunya dari ketiga benda tersebut yang sama sekali tidak menuntut karena kalung mempunyai arti untuk melindungi. Siapa yang melindungi dan siapa yang dilindungi? Seseorang yang memberikan kalung maka secara tidak langsung ia akan melindungi orang yang diberikannya kalung tersebut. Berbeda dengan dua benda lainnya, yang mana mereka menuntut, menuntut untuk mengikat dan menuntut untuk meminta keterbukaan. Kalung berbeda, meskipun tetap melibatkan kedua belah pihak akan tetapi hanya satu orang yang harus menjalankan sebuah tugas yaitu sang pemberi kalung yang mana ia akan secara ikhlas secara sukarela untuk melindungi siapa apa yang dia berikan kalung tersebut. Seseorang yang diberikan kalung tersebut tidak harus secara terpaksa untuk mencintai atau menyayangi dan tidak harus juga ia untuk berkorban, harus terbuka, harus jujur melainkan ia hanya diharapkan untuk percaya kepada pemberi kalung bahwa ia akan selalu dilindungi dan tugas terberatnya akan berada pada si pemberi kalung, ia harus melindungi meskipun ia belum tentu disukai, disayangi, dan bahkan dicintai. Pemberi kalung tidak mengharapkan itu, pemberi kalung hanya ingin seseorang yang ia percayakan untuk mengenakan kalung tersebut tetap terlindungi.

Comments